Uncategorized

Bukan Puisi II

Masih tergiang segala makian dan umpatan kasar yang mengalir deras dari mulut lelaki itu. Tubuhku masih menggigil keras, keringat membasahi tubuhku. Tidurku yang tidak nyenyak, mimpiku adalah dia yang dengan kasarnya menarik bajuku. Menyenderkanku di tembok, menampar kepalaku dari belakang, cacian yang masih terasa nyata... "Kau sukakan seperti ini, menungging, dijilat, ditampar, bahkan dipaksa seperti… Continue reading Bukan Puisi II

Uncategorized

Senja Pantai

Tak terasa terik mulai hilang Di ufuk barat, warna jingga mulai berkuasa Suara nyamuk terbang mulai terdengar nyaring Hembusan angin terasa dingin di kulit telanjangku Adinda, jika kita memang harus berpisah Bukankah pertemuan ini sangat menyiksa Semakin banyak kenangan yang tak bisa disangkal Semakin banyak doa yang menggila kepada Tuhan Bukankah harusnya perpisahan ini hanya… Continue reading Senja Pantai

Uncategorized

Bunuh

Diriku, saya letih menjadi arang dalam hujan Tak mudah memantik api meski sudah berusaha Berteduh bukan lagi keinginan Basah menjadi tameng air mata Tertawa meski menderita Menangis hanya ingin menutupi kesedihan yang sebenarnya Mudah untuk berbicara mengenai hidup yang indah Mengatakan, berusahalah Semua akan indah pada waktunya Namun, benarkah itu? Sedari tadi angin berhembus, tapi… Continue reading Bunuh

Uncategorized

Maria Sudah Menikah

Menjadi lelaki yang mengakhiri kisah cinta dengan patah hati itu menyedihkan. Tapi apa daya, si wanita lebih memilih pria berparas tampan dan berduit. Tarjo. Lelaki paruh baya si manajer keuangan. Lelaki yang begitu mudah menggaet si Maria kekasih angan-anganku. Menjeratnya dalam keseriusan hubungan dengan berbagai embel-embel kehidupan masa depan yang indah. Kutak berduit banyak. Wajah… Continue reading Maria Sudah Menikah

Uncategorized

Bukan Puisi I

Laila... Mereka memanggilnya Laila, wanita mandiri yang sudah memiliki anak berumur 2 tahun padahal tahun lalu dia masih merayakan ulang tahunnya yang ke 16 tahun. Tak ada yang mengetahui siapa ayah kandung dari buah hatinya itu, bahkan ibunya sendiri masih suka bertanya hingga saat ini. Laila si wanita yang dahulunya manja, kini hanya tahu memanjakan… Continue reading Bukan Puisi I

Uncategorized

Setumpuk Dendam

Seandainya, jika, mungkin saja memang demikian, tetapi ini tidak benar nyatanya. Setiap jengkal kenangmu adalah anugrah yang menyedihkan. Bagaimana tidak, mengingatmu adalah kepedihan dalam memori masa lalu. Diamku saat itu adalah rasa cinta yang sampai sekarang masih melayang. Melihatmu dengan buah hatimu membuatku merasakan apa arti kebencian yang sebenarnya. Bagaimana mungkin kau tersenyum lembut dengan… Continue reading Setumpuk Dendam

Uncategorized

Rasanya, rasamu tak lagi sama

Kita tidak pernah bepergian jauh. Paling hanya berjalan di lintasan alam pikiranku saja. Kita sering menerka masa depan yang sejujurnya hanya dalam pikiranku saja. Kita sering berbicara dalam hati. Berteriak dan tertawa. Melawan arus perubahan gerak gerik wajah. Berusaha terlihat mapan namun sebenarnya kacau dalam pikiran. Kita sering melintasi jalan yang sama di saat yang… Continue reading Rasanya, rasamu tak lagi sama

Uncategorized

Bunuh

Sarang burung di pohon durian belakang rumah sudah tidak ada lagi. Burungnya, tak tahu terbang kemana. Biasanya, dia akan mampir ke teras rumah sambil bersiul dan kakinya yang mungil akan mengais pot bunga mawarku. Seperti burung yang terbang tak tahu kemana, demikian kau, Ali. Pergi entah kemana, bahkan telepon saja tak bisa memanggilmu. Bagaimana mungkin… Continue reading Bunuh