Adakah jeda yang kau butuhkan agar kita bisa menjadi kenyataan? Atau masihkah ada harapan yang terbesit di hatimu, agar kita tetap memiliki dunia yang sama?Menjadi manusia, apakah memang cukup hanya seperti ini, mencari makna tanpa pernah benar-benar menemukannya? Kadang kita merasa sudah berusaha, namun tidak ada hasil nyata yang terlihat. Hanya gumpalan seandainya dan mungkin… Continue reading Apakah…
You wished for a daughter, but you left me empty-handed.
Sebuah Perjalanan Melepaskan, Memahami, dan Menemukan Kembali Dirimu
Kamu telah melalui hubungan yang dalam, melelahkan, dan membentuk luka yang tidak hanya di hati, tapi juga di cara pandangmu terhadap cinta, dirimu sendiri, dan masa depan. Dulu kamu mencintai seseorang bukan hanya dengan rasa, tapi dengan seluruh hidupmu—memberi, menemani, bertahan. Tapi perlahan kamu menyadari: yang kamu perjuangkan bukanlah cinta yang saling menumbuhkan, melainkan kebersamaan… Continue reading Sebuah Perjalanan Melepaskan, Memahami, dan Menemukan Kembali Dirimu
Buku itu.
Rasanya, kau tahu, seperti melihat kembali lembaran buku yang sudah aku pernah baca. Setiap halaman, kalimat, tanda baca—aku baca ulang, tapi tidak lagi dengan rasa seperti pertama kali aku membacanya. Semuanya ada disana, pola, kalimat yang sama, isi yang sama— namun tidak dengan perasaan yang sama. Aku tahu siapa dia, karakter yang dia mainkan, cerita… Continue reading Buku itu.
Komitmen, Selingkuh, dan Kesetiaan: Bukan Sekadar Soal Cinta
Katanya, Katanya, ada banyak hal yang membuat cinta menjadi rumit. Nyatanya, tidak sama sekali. Tapi di antara semuanya, tiga kata ini selalu muncul sebagai poros ketegangan dalam hubungan: komitmen, selingkuh, dan kesetiaan. Tiga kata yang sering terdengar seperti prinsip mutlak, padahal pada kenyataannya, mereka jauh lebih cair—dan lebih manusiawi—dari yang kita kira. Sore ini aku… Continue reading Komitmen, Selingkuh, dan Kesetiaan: Bukan Sekadar Soal Cinta
Kemarin
Dalam hubungan kemarin, bukan berarti aku yang paling berperan dalam segala halnya. Mungkin karena aku pernah menolak dan mengabaikan bahwa dia juga banyak peran disana namun bukan peran yang aku inginkan. Kami adalah dua manusia yang bertolak belakang, yang memang tidak ditakdirkan untuk disatukan dalam hubungan kemarin. Jadi, mengapa perpisahan ini membuatku marah dan sedih?… Continue reading Kemarin
Untukmu:
—karena kadang, tersesat adalah cara terbaik untuk menemukan jalan pulang ke dirimu sendiri. Terima kasih atas penantian dan perjuangan, kau layak mendapatkan dirimu sendiri. Kau dapat mencari sejauh apapun, berjalan sampai kakimu goyah, berlari sampai lututmu cedera. Kau bebas, tidak berbeban berat. Kau layak, kau hebat karena kau memang pantas. Kekuatan tidak datang dengan tiba-tiba,… Continue reading Untukmu:
Kepalamu Terlalu Kecil untuk Dunia Ini
Kau pikir dengan berpura-pura peduli bisa membuatmu terlihat lebih nyata? Sayangnya, kau terlihat, hanya karna kau memang berbentuk sangat menyebalkan hingga orang lain mau tak mau harus memandangmu. Kau tanya, apa benciku sepenuh ini hingga bisa memberikanmu karma? Iya, aku membencimu dengan seluruh hidupku. Kau penipu oleh kebaikan manipulasimu, pikirmu semua wanita senang karna bentuk… Continue reading Kepalamu Terlalu Kecil untuk Dunia Ini
Hantu
Hehe terima kasih ya. Semoga dunia ini lebih indah, aku tidak akan pergi jauh. Tapi, aku akan selalu melangkah dan tak melihat ke belakang. Apa yang tertinggal, biarkan saja. Di depan masih banyak hal baru yang harus aku selesaikan, jadi, tidak ada lagi hantu hanya harapan baru.
Masa Itu (2013-2016)
Aku mengingat rasanya diabaikan oleh duniaku sendiri, tapi aku adalah si naif yang tidak peduli mengenai hal itu. Aku mengejar masa depanku, menggantungkan harapan ke kertas-kertas yang aku tulis penuh dengan harapan dan keinginan yang tidak pasti. Tidak ada cita-cita, hanya hidup dan bernafas, melangkah dan berlari, mengejar yang tidak aku tahu pasti. Pagi yang… Continue reading Masa Itu (2013-2016)