Menelan waktu seakan menelan setiap jengkal penderitaan
Bagaimana mungkin hidup selalu seperti ini
Tidak sedih tidak bahagia
Seakan mati rasa
Berjumpa malam yang kelam menjadi saksi bisu
Setiap jengkal tubuh seakan menghantui
Lelah melihat, merasa pun sulit
Mendekam rindu seakan memiliki perasaan
Kekasih yang hidup tak akan lama bersama
Menjadi mati lebih baik daripada seperti ini
Birahi malam muncul saat tak ada lagi harapan
Hanya bayang-bayang si empunya hati yang selalu terlihat
Meski selalu bercakap, tapi pikiran selalu melayang
Beban hidup serasa tiada jika memang sudah tiada di bumi ini
Seikhlasnya, ingin sekali mengakhiri hidup
Tenang di alam bawah sadar, tak tahu benarkah ada kehidupan abadi