Adakah jeda yang kau butuhkan agar kita bisa menjadi kenyataan? Atau masihkah ada harapan yang terbesit di hatimu, agar kita tetap memiliki dunia yang sama?
Menjadi manusia, apakah memang cukup hanya seperti ini, mencari makna tanpa pernah benar-benar menemukannya?
Kadang kita merasa sudah berusaha, namun tidak ada hasil nyata yang terlihat. Hanya gumpalan seandainya dan mungkin saja. Lalu, di hari lain, kita kembali menantikan seseorang yang mencari kita, padahal dalam hati kita tahu: kita tidak sungguh berharap ditemukan.
Apakah hidup memang seperti ini, menunggu tanpa kepastian, mencari tanpa menemukan? Sampai kapan? Masih layakkah berharap?
Aku takut menjadi manusia yang hanya menunggu hasil. Aku ingin menikmati proses, meski menyedihkan. Walau sukar, setidaknya aku mengenali setiap langkahku.
Mungkin kita tidak ditakdirkan selalu menang, tetapi untuk merasakan getirnya kehilangan, hangatnya harapan, dan pahitnya penantian.
Ini bukan sekadar pelajaran menjadi manusia, melainkan cara kita menjalani takdir yang sudah dituliskan. Kita tidak diminta berpasrah, tapi diminta tetap mencari, hingga napas terakhir.
Tuhan tidak pernah menjanjikan taman firdaus sebelum kita selesai dengan dunia ini.