—karena kadang, tersesat adalah cara terbaik untuk menemukan jalan pulang ke dirimu sendiri.
Terima kasih atas penantian dan perjuangan, kau layak mendapatkan dirimu sendiri.
Kau dapat mencari sejauh apapun, berjalan sampai kakimu goyah, berlari sampai lututmu cedera.
Kau bebas, tidak berbeban berat.
Kau layak, kau hebat karena kau memang pantas.
Kekuatan tidak datang dengan tiba-tiba, dia muncul dengan perlahan, pelan, dan tidak konsisten.
Dia muncul sejak awal, tapi sedari awal kau tidak sadar, tadi dia ada disana, menunggu untuk disentuh.
Kau mampu, mungkin sekarang masih ada sisa luka tapi bukan berarti kau kalah.
Kau hanya perlu diam, merenung, dan terseret arus.
Kau diam bukan berarti kau tak tersuara, kau diam karena kebisingan dunia membuatmu tertegun tak berdaya.
Namun, satu hal yang orang lain tidak akan pahami tentangmu adalah bahwa kau sangat utuh. Tidak butuh kata dari orang lain bahwa kau mampu.
Yakinlah, bahwa kau sudah menemukan yang selama ini kau cari.
Hanya saja, bentuknya masih samar dan sulit diterima.
Jika saatnya tiba, kau akan paham, bahwa tujuanmu sudah sampai dan kau akan mengerti selama ini kau sudah dewasa dan telah menemukan damai yang sebenarnya.