Kau hanya mencari pentil ibumu. Tidak menjadi anak durhaka adalah tujuan hidupmu. Menjadi diri sendiri dengan mulut penuh asi adalah keinginanmu. Lalu, menganga dengan luka lebam di dadamu, membuatmu merasa paling menderita. Kau salahkan bapakmu. Bayaran atas durhaka bapakmu seakan mengintai masa depanmu yang kosong itu. Kau paksakan semua harus sesuai maumu, tanpa peduli orang… Continue reading Lelaki yang Masih Menyusu
Category: Lakinya bodoh
Bangkai tak Bertuan
Sepertinya, kau memang bodoh. Tercipta dari lempengan kebodohan oleh kedua orang tuamu. Kau sungguh bodoh, bisa punya otak yang tak berguna, punya harga diri serendah dengkulmu. Kau sungguh sangat bodoh dan egois, jadi benar katamu, kau adalah manusia bodoh dan tolol, tidak punya harapan hidup. Kau makan saja semua uang yang telah kau punya, kau… Continue reading Bangkai tak Bertuan
Penyesalan yang Kau Peluk
Dia mulai sadar, tidak ada yang benar-benar nyata di matanya. Ternyata, menjadikan kepalsuan untuk memperkuat hati itu adalah palsu. Kau mulai merasuki tubuh yang seharusnya kau tinggal, bukan kau manfaatkan. Lalu, satu-satunya pemain yang berdiri adalah bayangan hantu yang menyerupai manusia malang yang tidak bisa memutuskan apa langkah yang layak diambil. Kau, mulai sadar bahwa… Continue reading Penyesalan yang Kau Peluk