bagaimanaku mendua, jika denganmu saja sudah berkecukupan
walau aku tahu, kau tak hanya milikku
kau terbagi menjadi beberapa bagian tubuh dusta diantara kita
semua tahu, tapi semua menutup mata
semua tahu, tapi semua menutup mulut
tak ada kata manis yang keluar dari mulut mu
bahkan jika cacian memang layak, kau akan menamparnya ke wajahku
jika himpitan tubuh kita tak menggairahkan, mengapa kau masih senang membelaiku?
salahkan saja dirimu, karna aku sudah cukup menjadi pendosa atas rasa cintaku padamu
yangku tahu, kau hanya tak mau sendiri, takut memulai, juga takut melihatnya menangis